khasanah pengetahuan


PENGETAHUAN SEBAGAI SUMBER FILSAFAT
Hasil gambar untuk pengetahuan dan ukuran kebenaran pdfSecara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu knowledge, dalam ensiklopedi psikologi dijelaskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar. Sedangkan secara terminology akan dikemukakan beberapa definisi tentang pengetahuan. Menurut Sidi Gazalba, yang dikutip oleh Amsal bakhtiar dalam bukunya yang berjudul filsafat ilmu, pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu itu adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai, dan  Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran.

Dalam kamus filsafat dijelaskan bahwa pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri.  Lebih lanjut lagi dijelaskan bahwa pengetahuan dalam arti luas berarti semua kehadiran objek (yang diketahui) dalam dalam subjek (yang mengetahui). Namun dalam arti sempit dan berbeda dengan imajinasi atau pemikiran belaka, pengetahuan hanya berarti putusan yang benar dan pasti (kebenaran dan kepastiannya). Pada umumnya, adalah tepat kalau mengatakan pengetahuan hanya merupakan pengalaman “sadar”. Karena sangat sulit melihat bagaimana persisnya suatu pribadi dapat sadar akan sesuatu.
Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung ataupun tak langsung mempengaruhi dan turut memperkaya kehidupan kita sebab, pengetahuan menjadi sumber jawaban bagi pertanyaan yang muncul di setiap aspek kehidupan. Setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri yang spesifik mengenai apa yang dikaji (ontologi), bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar (epistemologi), dan untuk apa pengetahuan yang dicapai itu digunakan (aksiologi) dimana mereka saling berkaitan dan tak dapat dipisahkan satu sama lain. Pengetahuan ilmiah, alias ilmu dapat diibaratkan sebagai alat bagi manusia dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya seturut dengan perkembangan zaman. Pengetahuan ini mampu dikembangkan manusia disebabkan dua hal utama, yakni :
v  Manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi
v  Jalan pikiran (akal dan budi) yang melatarbelakangi informasi tersebut.
             Pemecahan ini pada dasarnya dengan meramal dan mengontrol gejala alam. Oleh sebab itu, sering dikatakan bahwa dengan ilmu manusia memcoba memanipulasi dan menguasai alam. Pengetahuan ini didapat melalui penalaran, penalaran merupakan kegiatan berpikir atau proses berpikir yang mempunyai kharakteristik dalam menemukan kebenaran sehingga dicapai suatu kesimpulan yang mutlak. Kesimpulan inilah yang kemudian disebut sebagai pengetahuan itu sendiri. Berpikir berarti kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar.  Apa yang disebut benar bagi setiap orang  adalah tidak sama, sama seperti yang dikatakan peribahasa : “lain lubuk lain pula ikannya”maka oleh sebab itu proses berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itu pun juga berbeda-beda. Dapat dikatakan bahwa setiap jalan pikiran memiliki kriteria kebenaran dan inilah yang menjadi landasan bagi proses penemuan kebenaran. Dalam proses berpikir itu sendiri penelaran memiliki kharakteristik khusus yaitu

  1.  Logika : pola berpikir yang luas, mendalam dan masuk akal.
  2.   Analitik : suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.
          Menurut hemat penulis terdapat 8 hal yang mempengaruhi pengetahuan yaitu:
1) Pendidikan. Pendidikan merupakan sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan bahwa sebuah visi pendidikan yaitu untuk mencerdaskan manusia.
 2) Pekerjaan. Lingkungan pekerjaan dapat menjadikan seseorang mendapatkan pengalaman dan pengetahuan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
3) Pengalaman. Pengalaman merupakan sebuah kejadian atau peristiwa yang pernah dialami oleh seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
4) Usia Umur seseorang yang bertambah dapat membuat perubahan pada aspek fisik psikologis, dan kejiwaan.Dalam aspek psikologis taraf berfikir seseorang semakin matang dan dewasa.
5) Kebudayaan. Kebudayaan tempat dimana kita dilahirkan dan dibesarkan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap terbentuknya cara berfikir dan perilaku kita
6) Minat. Minat merupakan suatu bentuk keinginan dan ketertarikan terhadap sesuatu.Minat menjadikan seseorang untuk mencoba dan menekuni suatu hal dan pada akhirnya dapat diperoleh pengetahuan yang lebih mendalam.
7) Paparan informasi RUU teknologi informasi mengartikan informasi sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, dan menyimpan, manipulasi, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi dengan maksud dan tujuan tertentu yang bisa didapatkan melalui media elektronik maupun cetak.
8) Media Contoh media yang didesain secara khusus untuk mencapai masyarakat luas seperti televisi, radio, koran, majalah, dan internet.
Menurut Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta (dalam Surajiyo, 2010) ada empat jenis pengetahuan, yakni:
  • 1.    Pengetahuan  biasa,  yaitu  pengetahuan  yang  dalam  filsafat  dikatakan  dengan common sense, dan  sering  diartikan  dengan  good  sense karena  seseorang  memiliki sesuatu dimana  orang  itu  menerima  secara  baik.  Semua  orang  menyebutnya sesuatu  itu  biru  karena memang itu biru, dan juga benda itu dingin  karena  memang dirasakan  dingin dan sebagainya.
  • 2.    Pengetahuan  ilmiah,  yaitu  ilmu  sebagai  terjemahan  dari  science. Dalam  pengertian  yang sempit science diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam. Ilmu dapat merupakan suatu metode berpikir secar objektif, tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makana terhadap dunia factual.
  • 3.    Pengetahuan   Filsafat,yaitu   pengetahuan   yang   diperoleh   dari   suatu   pemikiran. Pengetahuan  filsafat  lebih  menekankan  pada  universalitas  dan  kedalaman  kajian tentang  sesuatu.  Kalau  ilmu  hanya  pada  satu  bidang  pengetahuan  yang  sempit  dan  rigid,   filsafat   membahas   hal   yang   lebih   luas   dan   mendalam.   Filsafat  biasanya   memberikan pengetahuan yang reflektif dan kritis.
  • 4.    Pengetahuan  Agama,  yaitu  pengetahuan  yang  diperoleh  dari  Tuhan  lewat  RasulNya.  Pengetahuan  agama  bersifat  mutlak  dan  wajib diyakini  oleh  para  pemeluk  agama. Pengetahuan   ini   mengandung   hal-hal   yang   pokok   yaitu  ajaran   tentang   cara   berhubungan dengan Tuhan dan cara berhubungan dengan sesama manusia. Dan yang lebih penting dari pengetahuan ini disamping informasi tentang Tuhan, juga informasi tentang hari Akhir

Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah menurut The Liang Gie (1987), mempunyai 5 ciri pokok:
  1.  Empiris, pengetahuan itu diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan.
  2. Sistematis, berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur.
  3. Objektif, ilmu berarti pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi.
  4. Analitis, pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok soalnya kedalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat, hubungan, dan peranan dari bagian-bagian itu.
  5.  Verifikatif, dapat diperiksa kebenarannya oleh siapa pun.

Komentar

Postingan Populer